KFL | INDUSTRY INSIGHTS · NEWSLETTER • OKTOBER 2026
TREN KULINER DAN INOVASI PANGAN
Tren makanan dari luar negeri boleh silih berganti, tetapi data menunjukkan rasa Nusantara tetap menjadi pilihan. Apa artinya bagi industri makanan?
Hampir setiap bulan selalu ada makanan baru yang ramai dibicarakan di media sosial. Ada yang bertahan lama, tetapi tidak sedikit pula yang cepat dilupakan.
Di tengah pergantian tren tersebut, ada satu hal yang relatif tidak berubah, yaitu kedekatan konsumen Indonesia dengan rasa yang sudah mereka kenal sejak kecil.
Masakan rumahan, jajanan kaki lima, dan hidangan khas daerah kini makin sering dijadikan bahan pengembangan menu. Penyajiannya dapat dibuat lebih modern, sementara karakter rasanya tetap dipertahankan.
Apa Kata Data
Kedekatan konsumen dengan rasa lokal juga terlihat dari beberapa data berikut.
- Survei Jakpat pada 2–7 September 2025 terhadap 995 responden muda di delapan wilayah perkotaan di Pulau Jawa mencatat bahwa 77% responden lebih memilih bisnis kuliner lokal ketika makan di luar. Sekitar separuh responden juga menyatakan menikmati masakan daerah, seperti masakan Padang, Sunda, atau warteg, dalam enam bulan terakhir. (Sumber: Jakpat, 2025)
- Dalam survei terpisah yang dipublikasikan GoodStats, warung makan lokal menjadi pilihan tempat kuliner yang paling banyak disebut (61%), disusul pedagang kaki lima (58%). Survei tersebut melibatkan 769 responden pengunjung kuliner di delapan wilayah perkotaan di Pulau Jawa. (Sumber: GoodStats, 29 Oktober 2025)
- Di tingkat global, TasteAtlas menempatkan masakan Indonesia di peringkat ke-10 dalam TasteAtlas Awards 2025/26, dengan skor 4,48 dari 5. Menurut TasteAtlas, pemeringkatan tersebut didasarkan pada 590.228 penilaian valid terhadap 18.912 makanan dalam basis datanya. (Sumber: TasteAtlas, 2025/26)
Data tersebut memberikan gambaran bahwa kuliner lokal memiliki peluang untuk terus dikembangkan, baik untuk memenuhi selera konsumen dalam negeri maupun untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia kepada penikmat kuliner internasional.
Rasa Nusantara sebagai Dasar Pengembangan Menu
Bagi pelaku usaha makanan, rasa Nusantara dapat menjadi titik awal pengembangan menu baru. Rasa yang sudah akrab membuat konsumen tidak ragu untuk mencoba, sedangkan cara penyajian yang baru memberi mereka alasan untuk datang kembali.
Pendekatan ini juga memberi ruang bagi merek untuk menambah variasi menu tanpa harus mengubah seluruh proses di dapur. Rasa pun dapat disesuaikan dengan selera konsumen di setiap daerah.


Tantangan dalam Skala Produksi
Rasa yang enak baru merupakan langkah pertama. Ketika sebuah menu dijual di banyak gerai, konsistensi rasa perlu dijaga di setiap gerai dengan memperhatikan proses produksi, distribusi, dan penyimpanan. Produk juga harus memenuhi standar mutu serta mudah disiapkan oleh tim dapur setiap hari.
Karena itu, tidak semua ide rasa dapat langsung diproduksi secara massal. Sebagian perlu disesuaikan terlebih dahulu, bukan karena idenya kurang menarik, melainkan karena harus sesuai dengan kebutuhan operasional.
PERSPEKTIF KFL
Peran KFL
KFL sudah lama bekerja sama dengan berbagai jaringan restoran cepat saji di Indonesia dalam pengembangan dan penyediaan saus, mulai dari pengembangan rasa dan pemilihan varian sampai memastikan produk siap diproduksi serta didistribusikan secara nasional. Menjaga mutu tetap konsisten di tengah banyaknya varian dan tenggat waktu yang ketat sudah menjadi bagian dari pekerjaan kami sehari-hari. Pengalaman inilah yang kami bawa ketika ada merek yang ingin menghadirkan rasa Nusantara di menunya.
Mengapa Hal Ini Penting
Semakin banyak merek yang melihat rasa daerah sebagai nilai tambah bagi menu mereka. Untuk itu, mereka membutuhkan mitra yang tidak hanya mampu meracik rasa, tetapi juga memahami cara menerapkannya dalam skala besar.
Rasa Nusantara sudah memiliki penggemarnya sendiri. Tugas industri adalah menjaga agar rasa itu tetap sama di setiap piring yang disajikan.
Sumber Data
- Jakpat Insight. “Strong Traditional Tastes in the Local F&B Market”. 13 Oktober 2025 (survei 2–7 September 2025). https://insight.jakpat.net/strong-traditional-tastes-in-the-local-fb-market/
- GoodStats. “10 Tempat Kuliner Paling Diminati Publik RI”. 29 Oktober 2025 (survei terhadap 769 responden; data Jakpat). https://data.goodstats.id/statistic/10-tempat-kuliner-paling-diminati-publik-ri-mana-favoritmu-NljMB
- TasteAtlas. “100 Best Cuisines in the World” (TasteAtlas Awards 2025/26). https://www.tasteatlas.com/best/cuisines
- GoodStats. “Masakan Indonesia Masuk dalam Top 10 Masakan Terbaik di Dunia 2025”. 17 Desember 2025. https://goodstats.id/article/masakan-indonesia-masuk-dalam-top-10-masakan-terbaik-di-dunia-2025-9cUlF
LET'S CREATE WHAT'S NEXT
Marketing Department | Karawang Foods Lestari
Email: [email protected] | Website: www.karawangfoodslestari.co.id